SUARARAKYAT.TOP | Dari Rakyat - Oleh Rakyat - Untuk Rakyat Indah Putri Indriani: Ekonomi Lutra Diprediksi Naik Menjadi 8 Persen di Tahun 2019

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Indah Putri Indriani: Ekonomi Lutra Diprediksi Naik Menjadi 8 Persen di Tahun 2019

SUARA RAKYAT
Kamis, 11 Juli 2019
  Indah Putri Indriani: Ekonomi Lutra Diprediksi Naik Menjadi 8 Persen di Tahun 2019

INFONEWS.CO.ID ■ Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan ekonomi Lutra bertumbuh dengan sangat baik di angka 7,6%. Angka itu mengacu dari data BPS 2018 dan diprediksikan akan meningkat menjadi 8% di tahun 2019.

Demikian hal itu disampaikan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani disela menggelar audiensi dengan Oxfam Indonesia di Ruang command center Pemda Lutra, pada selasa (09/7).

Klaim Indah ini, diakui pasca pemda bekerjasama dengan tiga lembaga lokal dalam penurunan angka kemiskinan di wilayah tersebut.

"Dalam dua tahun ini Pemda terus berusaha, utamanya dalam membuka akses transportasi di daerah terpencil, sehingga harga atas hasil pangan masyarakat bisa betul betul mereka nikmati, jadi nilai tukar pertanian bisa lebih baik," ujar orang nomor satu di Luwu Utara ini..

Terkait hal tersebut, pihaknya menggandeng Oxfam guna berupaya meningkatkan hak atas pangan, dan diharapkan mewujudkan ataupun pemenuhan hak atas pangan. Dalam hal ini dengan cara melakukan penguatan akses dan kontrol terhadap produsen pangan, utamanya yang berskala kecil, dimana Oxfam nantinya akan bekerjasama dengan petani, nelayan, buruh dan sebagainya.

Untuk diketahui, Oxfam merupakan organisasi nirlaba dari Inggris yang berfokus pada pembangunan penanggulangan bencana dan advokasi, bekerja sama dengan mitra lainnya untuk mengurangi penderitaan di seluruh dunia.

Organisasi ini terdiri dari 15 organisasi dari 98 negara di dunia. Oxfam berdedikasi untuk memerangi kemiskinan dan ketidakadilan di seluruh dunia.

Pada bagian lain Indah bertekad untuk tetap sinergi meneruskan dengan apa yang telah dibangun dalam beberapa waktu terakhir.

"Disini ingin saya sampaikan bahwa betapa besar komitmen pemerintah bersama dengan masyarakat dalam mewujudkan hak atas pangan ini, tapi juga tidak kurang tantangan yang kita hadapi bersama. Kesimpulannya adalah era kompetisi kita akhiri dan era kolaborasi kita mulai," pungkasnya.

■ Redaksi Sulsel: Putri