SUARARAKYAT.TOP | Dari Rakyat - Oleh Rakyat - Untuk Rakyat Babi Hutan Meresahkan Warga Kajang

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Babi Hutan Meresahkan Warga Kajang

SUARA RAKYAT
Senin, 30 September 2019
Babi Hutan Meresahkan Warga Kajang

LUWUPOS.COM ■ Warga di Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba resah karena hama babi hutan mengganggu  dan merusak ladang pertanian warga.

Untuk membasmi hama babi hutan yang sangat merugikan masyarakat tersebut, warga Desa Lembang bersama Serka Ismail gotong royong melakukan perburuan bersama Pemuda Tamaona Pemburu Babi Liar (PTPBL).

Perburuan (lintas kecamatan) disebut Petani Membantu Petani, sedangkan perburuan babi hutan besar-besaran (lintas kabupaten) belum ada tema.

Serda Syamsuddin sebagai pembina Organisasi (PTPBL) mengatakan, kegiatan massal berburu babi merupakan inisiatif kepala desa setempat, karena babi hutan sangat meresahkan.

"Setelah diketahui sering ada babi hutan yang masuk ke ladang pertanian di Desa Lembang, Kecamatan Kajang warga setempat mengundang Pemuda Tamaona Pemburu Babi Liar (PTPBL) dari Desa Tamaona, Kecamatan Kindang untuk berburu babi di ladang atau kebun," katanya.

Tim juga mengerahkan anjing-anjing pemburu, karena menurut Syamsuddin menakhlukkan babi hutan tidak mudah.

"Karena babi hutan kuat, gesit, dan memiliki taring yang tajam," katanya.

Setiap pemburu berusaha melatih anjingnya sebaik mungkin, karena pemilik anjing yang berhasil menaklukkan babi hutan akan mendapatkan kebanggaan tersendiri.

"Kini tradisi berburu babi tidak hanya untuk membasmi hama babi hutan, tapi juga menjadi sarana olahraga dan silaturahmi," imbuhnya.

Aripuddin Cora selaku ketua pemburu mengatakan, tradisi berburu babi sudah bertahan dari sejak zaman Kolonial Belanda sampai sekarang. Pada zaman dahulu tradisi gotong royong warga dalam membasmi hama babi ini sangat populer.

"Karena pemburu yang bisa memperoleh tangkapan babi hutan diberikan kepada anjing-anjing pemburu itu. Konon anjing yang memakan babi itu akan menjadi lebih peka terhadap bau babi hutan sehingga semakin lihai dalam menaklukkan babi hutan," katanya.

■ Muhamad Yunus