SUARARAKYAT.TOP | Dari Rakyat - Oleh Rakyat - Untuk Rakyat 29 Pengguna Tewas Di AS, Malaysia Akan Berlakukan Larangan Total untuk Vape

Iklan Semua Halaman

Header Menu

29 Pengguna Tewas Di AS, Malaysia Akan Berlakukan Larangan Total untuk Vape

SUARA RAKYAT
Rabu, 16 Oktober 2019
   29 Pengguna Tewas Di AS, Malaysia Akan Berlakukan Larangan Total untuk Vape

LUWUPOS.COM ■ Malaysia tengah mempertimbangkan untuk melarang penjualan rokok elektronik. Demikian pernyataan Menteri Kesehatan Dzulkefly Ahmad pada Senin (14/10/2019).

Dia mengutip meningkatnya laporan kematian di Amerika Serikat terkait e-rokok dan vape.

Hingga Jumat, pihak berwenang AS telah melaporkan 29 kematian dan 1.299 kasus penyakit pernapasan terkait penggunaan e-rokok. Sementara regulasi yang lebih ketat sedang dibahas.

Malaysia sudah menyelesaikan hukum yang akan melarang penggunaan semua produk rokok, termasuk rokok elektronik dan vaporiser bagi anak di bawah umur dan melarang promosi dan iklan tentangnya.

Malaysia sedang mempertimbangkan larangan lengkap dengan regulasi baru.

“Sebuah studi terperinci diperlukan untuk meninjau perlunya memberlakukan larangan total atas penjualan rokok elektronik dan vape,” katanya, seraya menambahkan bahwa kementerian telah membentuk sebuah komite untuk menyelidiki masalah ini.

Produk-produk tembakau di Malaysia saat ini diatur berdasarkan Undang-Undang Pangan, sementara penjualan cairan vaporiser yang mengandung nikotin telah dilarang sejak 2015.

Namun, tidak ada peraturan khusus yang mengatur penjualan dan penggunaan uap non-nikotin dan rokok elektronik.

Industri vaping dunia, yang telah mengalami pertumbuhan pesat, telah menghadapi reaksi publik yang meningkat atas kekhawatiran meningkatnya penggunaan di kalangan anak muda.

India, yang memiliki populasi perokok dewasa terbesar kedua di dunia, melarang penjualan rokok elektronik bulan lalu, memperingatkan tentang “epidemi” di kalangan anak muda.

Sumber: Channel News Asia