SUARARAKYAT.TOP | Dari Rakyat - Oleh Rakyat - Untuk Rakyat Diduga Miliki Sabu, Mahasiswa Di Palopo Diciduk Polisi
-->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Diduga Miliki Sabu, Mahasiswa Di Palopo Diciduk Polisi

SUARA RAKYAT
Senin, 07 Oktober 2019
  Diduga Miliki Sabu, Mahasiswa Di Palopo Diciduk Polisi

LUWUPOS.COM ■ Seorang Mahasiswa di Kota Palopo telah diamankan pihak Kepolisian Kota Palopo, pada Sabtu (05/10/2019) malam, Karena diduga memiliki narkotika jenis sabu.

Oknum mahasiswa tersebut adalah RR (23) yang beralamat di Kecamatan Wara Utara Kota Palopo, diamankan bersama dengan barang bukti miliknya yakni 2 sachet plastik bening berisi sabu dan satu buah Handphone, di Jalan Anggrek, Kelurahan Dangerakko, Kecamatan Wara  Kota Palopo.

Kepada petugas RR mengaku jika barang yang di milikinya berasal dari rekanya yang sekarang masuk dalam daftar pencarian Orang (DPO). Tak lama berselang Tim Opsnal Narkoba yang dipimpin Kaur Bin Ops Narkoba Polres Palopo IPDA Abdianto, S.Sos melakukan pengembangan di kediaman AB (DPO).

Hanya saja saat dilakukan Ops, dilokasi keluarga Ab mencoba menghalau petugas dan memberikan waktu untuk pelaku melarikan diri.

"orang tuanya menghalangi petugas dan berteriak, AB kabur melalui pintu dapur belakang rumah, kemudian melakukan penggeledahan di kamar AB disaksikan RT setempat dan kita temukan beberapa barang bukti yang ada kaitannya dengan tindak pidana Narkotika," jelas Kaur bin Ops Satnarkoba Polres Palopo IPDA Abdianto saat di konfirmasi,

Selanjutnya, Kata Abdianto, pelaku dan Barang Bukti dibawa dan diamankan diruang Sat Narkoba Polres Palopo untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

" BB tedrsebut berupa 1 batang kaca pirex terdapat shabu, 2 sachet plastik bening berisi sabu dan satu buah Handphone 1 set alat bong 1 sendok shabu terbuat dari pipet warna putih, 1 buah korek api gas, 1 HP berhasil kita amankan," terangnya.

Soal hukuman Pidana lanjut Abdianto, pihaknya tengah menunggu hasil Labfor Forensik Makassar.

"Kita sudah kirimkan barang barang bukti ke makasssar dan menunggu hasil, untuk sementara  pelaku kita jerat dengan Pasal 114 dengan ancaman 5 tahun," tegasnya.

■ rls