SUARARAKYAT.TOP | Dari Rakyat - Oleh Rakyat - Untuk Rakyat Tim Kemanusiaan Pemkab Luwu: Mayoritas Warga Korban Rusuh Wamena Alami Trauma Psikis
-->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tim Kemanusiaan Pemkab Luwu: Mayoritas Warga Korban Rusuh Wamena Alami Trauma Psikis

SUARA RAKYAT
Senin, 14 Oktober 2019
 Tim Kemanusiaan Pemkab Luwu: Mayoritas Warga Korban Rusuh Wamena Alami Trauma Psikis

LUWUPOS.COM ■ Ketua Tim kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Luwu, dokter Daud Mustakim yang mendampingi rombongan pengungsi 38 warga Kabupaten Luwu menyatakan mayoritas warga korban rusuh Wamena alami trauma psikis.

Dia mengatakan warga Luwu asal Wamena ini masih memerlukan pendampingan medis karena sebagian mengalami trauma, menderita demam dan batuk.

“Penyakit yang banyak menyerang para pengungsi adalah demam, batuk yang disebabkan oleh kelelahan dan trauma terhadap kejadian yang menimpa mereka," katanya.

Selanjutnya, minggu depan mereka harus kembali diperiksa kesehatannya untuk menghindari timbulnya penyakit Malaria bawaan dari Papua.

Menurut Daud, dalam menangani para pengungsi pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pemerintah setempat.

“Sudah ada instruksi ke puskesmas-puskesmas untuk melayani mereka, dan jika ada yang tidak mampu ke Puskesmas, pemerintah setempat perlu melakukan koordinasi agar petugas medis yang terjun langsung ke rumah mereka,” ujarnya.

Salah seorang pengungsi, Nurhayati, asal desa Balabatu, Kecamatan Bajo, mengungkapkan perasaan mereka saat terjadi kerusuhan di Wamena.

“Semua harta benda saya termasuk rumah habis dibakar oleh perusuh, kami hanya bisa menyelamatkan diri melewati bukit dan lembah, beruntung kami bisa diselamatkan petugas keamanan dan mendengar ada Posko dari Luwu kami mendatangi posko itu hingga kami ditangani diberi makan, minum, obat-obatan dan dipulangkan kembali ke sini,” tuturnya.

Usai diterima oleh Bupati Luwu, warga Luwu Raya tersebut kemudian diantar kerumah masing-masing menggunakan Bus Damri milik Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu dan sebagian lagi dijemput langsung oleh keluarganya dan Kepala desa dengan didampingi petugas Keamanan Polres Luwu.(**)