SUARARAKYAT.TOP | Dari Rakyat - Oleh Rakyat - Untuk Rakyat WALHI Sulsel Tolak Perayaan F8 di Lahan Reklamasi, Amin: Ribuan Nelayan Menderita Akibat Proyek Itu
-->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

WALHI Sulsel Tolak Perayaan F8 di Lahan Reklamasi, Amin: Ribuan Nelayan Menderita Akibat Proyek Itu

SUARA RAKYAT
Jumat, 11 Oktober 2019
 WALHI Sulsel Tolak Perayaan F8 di Lahan Reklamasi, Amin: Ribuan Nelayan Menderita Akibat Proyek Itu

LUWUPOS.COM ■ WALHI Sulawesi Selatan menjawab tantangan mantan Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. Direktur Eksekutif WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin, mengatakan sangat bersedia bila diajak diskusi ataupun berdebat dengan Danny Pomanto.

"Kalau pak Danny Pomanto mengajak WALHI Sulsel berdiskusi atau berdebat, saya tidak akan menolak. Saya pun berharap setelah berdiskusi, masyarakat Kota Makassar dapat mengetahui tuntutan nelayan Galesong dan Makassar yang selama ini kami perjuangkan bersama," katanya.

Namun ternyata, Amin sapaan akrab Direktur WALHI Sulsel, tidak menduga bahwa pak Danny Pomanto bereaksi dan bersikap ingin menantang WALHI Sulsel berdebat.

Seharusnya, menurut Amin, Pak Danny meminta PT Ciputra untuk bertanggungjawab mengganti seluruh kerugian yang dialami nelayan, serta memulihkan akses dan wilayah tangkap nelayan.

"Jujur, harapan saya kepada pihak-pihak yang menginisiasi F8 ini agar mendesak PT Ciputra bertanggungjawab atas masalah lingkungan yang disebabkan oleh proyek reklamasi. Tapi kalau beliau mengajak saya berdebat, tentu saya tidak akan menolak," pungkasnya.

Amin menjelaskan bahwa saat ini, masyarakat pesisir di Galesong dan di Makassar sedang menuntut PT Ciputra agar bertanggungjawab dan melakukan pemulihan pesisir akibat proyek reklamasi tersebut.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa di bawah kolong jembatang CPI ada dua keluarga nelayan yang terus menuntut keadilan karena rumahnya digusur karena proyek reklamasi.

"Jadi sebenarnya, kami menolak perayaan F8 di lahan reklamasi karena kami masih memiliki rasa kemanusiaan dimana ada ribuan nelayan yang menderita akibat proyek itu. Bahkan ada dua keluarga nelayan hidup di bawah jembatan CPI, dan sampai sekarang penderitaan tersebut belum selesai," pungkasnya.

"Saya pun mangajak balik Pak Danny Pomanto untuk membantu nelayan agar mereka mendapat keadilan dan pemulihan hak yang selama ini diabaikan oleh PT Ciputra", Demikian Amin. (rls/Ida)