SUARARAKYAT.TOP | Dari Rakyat - Oleh Rakyat - Untuk Rakyat Ketua DKM Jami Al-Ikhlas: Kajian Tentang Islam Tak Boleh Kendor

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Ketua DKM Jami Al-Ikhlas: Kajian Tentang Islam Tak Boleh Kendor

SUARA RAKYAT
Senin, 11 November 2019
Ketua DKM Jami Al-Ikhlas: Kajian Tentang Islam Tak Boleh Kendor

SUARA RAKYAT ■ Kelembagaan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al-Ikhlas di RW 25 Perumahaan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, bertekad bakal terus menghidupkan program kajian atau ta’lim bersama para ustadz yang ditampilkan setiap akhir pekan dalam ba’da Magrib maupun Subuh.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua DKM Jami Al-Ikhlas, Khoirul Anwar S Pd dengan alasan bahwa menggelar kegiatan ta’lim atau kajian tentang Islam tak boleh kendor, karena manfaatnya dapat sekaligus memberikan pencerahan bagi para jamaah.

Selain itu, harapannya semakin bisa menghidupkan aktifitas keagamaan di lingkungan masjid.

“Dalam setiap akhir pekan, baik seusai melaksanakan ba’da Magrib maupun Subuh, kami telah memiliki program rutin tersebut. Alhamdulillah, semakin lama ternyata mampu menjaring warga (jamaah-red) untuk datang ke lingkungan masjid,” tutur Khoirul Anwar.

Untuk program Kajian Ba’Da Magrib Bersama pada Minggu (10/11), DKM Jami Al-Ikhlas menampilkan penceramah Ustadz Nur Ali S Sos.I yang menyampaikan pembahasan seputar kehidupan manusia berdasarkan ‘Kitab Wasiatul Musthofa‘. Sangat gamblang dan mudah dicerna oleh para jamaah.

Dihadapan tak kurang dari 50-an jamaah, Ustadz Nur Ali S Sos.I, mengupas tuntas terkait doa. Baik itu doa terhadap orang maupun keluarga kita yang sudah meninggal.

Sementara itu orang yang didoakan justru kagak tahu, karena memang tak lagi bersama kita.

“Sebab, setiap doa, pasti akan didengar. Makanya, harus hati-hati, jangan mendoakan hal jelek-jelek. Sebab, takutnya didengar Malaikat dan bisa diijabah (kabul-red),” sebut Ustadz Nur Ali, kalem.

Menurut Ustadz Nur, di dalam memanjatkan doa kepada orangtua yang sudah meninggal dunia, tak masalah jika tak menyebut nama.
“Doa itu tak bakalan tertukar. Berbeda apabila doa dalam berdzikir. Nggak apa-apa jika menyebut nama orangtua kita yang sudah meninggal,” jelasnya.

Dalam memanjatkan doa, terang Ustadz Nur Ali, tak boleh dilakukan tergesa-gesa. Misalnya ingin cepat dikabulkan. Karena, semua doa pasti didengar. Nah, kalau mau afdol atau doa kita diterima, setelah melaksanakan sholat 5 waktu.

Sedangkan dalam berdoa itu ada proses. Pertama, ucapkan alhamdulillah. Kedua, baca sholawat. Ketiga, baca isi doa. “Mau minta apa saja, terserah!” Begitu pungkas Ustadz Nur Ali yang juga memberikan kesempatan para jamaah untuk melontarkan pertanyaan-pertanyaan.

■ RED/GOES/BST