SUARARAKYAT.TOP | Dari Rakyat - Oleh Rakyat - Untuk Rakyat Gelar Liverpool Terancam Dibatalkan
-->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Gelar Liverpool Terancam Dibatalkan

SUARA RAKYAT
Kamis, 05 Maret 2020
Menanggapi sebaran virus corona yang masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, Perdana Menteri Boris Johnson kemarin memaparkan langkah massif yang akan segera diambil. Angka kematian akibat corona di Inggris saat ini sudah melewati angka 50.
Di antara imbauan Johnson yaitu menghindari aktivitas luar ruangan hingga maksimal tiga bulan ke depan, termasuk menghadiri even massa seperti pertandingan sepak bola. Dikutip dari DailyMail, Rabu (4/3/2020) warga juga diminta untuk tidak menghabiskan waktu di pub jika tidak berniat menonton laga bola.
"Phew.."
Meski otoritas Liga Inggris belum memutuskan untuk ikut melakukan langkah drastis, tak urung pernyataan terbaru Johnson tersebut kembali mengingatkan Liverpuldian terkait kemungkinan terburuk dihentikannya Liga Inggris yang hingga pekan ini sudah memasuki pekan ke-28 dari total 38 laga.
Liverpudlian dibuat waswas karena tiga dekade menanti musim ini merupakan kesempatan terbaik Liverpool memenangi trofi Liga Premier. Menghadapi Bournemouth, Sabtu (7/3/2020) ini di sisa 10 laga, skuad asuhan Jurgen  Klopp mantap di puncak klasemen dengan selisih 22 poin dari Manchester City yang tertahan di posisi dua dengan 57 poin.
Namun euforia juara Liverpool yang bahkan sudah merancang konvoi juara nanti mendadak goyah. Meski akan sangat kontroversial tapi corona membuat The Reds tidak memiliki jaminan bakal tetap dinobatkan sebagai juara jika musim berakhir sebelum waktunya terkait skala wabah virus mematikan ini.
Batal demi hukum?
Sebelumnya Telegraph melaporkan, saat ini tidak ada peraturan khusus terkait status tim juara seandainya skenario terburuk penghentian liga benar-benar terjadi. Termasuk apakah liga yang dihentikan sebelum 38 pertandingan tuntas otomatis membuat hasil terakhir batal demi hukum dan  
tiga tim di zona degradasi pun statusnya ditangguhkan.
Jika Liga Premier mengikuti saran pemerintah Inggris, Liverpool bisa kembali gagal juara setelah terakhir membawa pulang titel juara pada musim 1989-1990. Sejak era Premier League pada 1992-1993, prestasi terbaik The Kopites yaitu finis di posisi dua pada edisi 2001-2002, 2008-2009, 2013-2014 dan 2018-2019.
Tiga dekade menanti.
Sejak mewabah Desember lalu, lebih dari 80.000 orang di hampir 50 negara  terinfeksi corona dengan 2.800 dipastikan meninggal. Langkah drastis diambil Swiss dengan membatalkan semua even yang melibatkan 1.000 orang atau lebih termasuk semua laga sepak bola. Peraturan mulai berlaku pekan ini.
Tingkat sebaran corona di Eropa juga turut meningkatkan kekhawatiran  seperti Swiss, pemerintah Inggris bukan tak mungkin membatalkan even  olahraga selama dua bulan. Jika terjadi penangguhan atau pembatalan,  ‘pembicaraan emergensi” sepertinya bakal digelar untuk menentukan apakah hasil selama 28 pekan Liga Inggris tetap diakui atau null and void alias batal demi hukum.
Watford mengakhiri rekor Invincible Liverpool di angka 44 laga.
Dikalahlah Watford akhir pekan kemarin, Liverpool hanya perlu empat kemenangan lagi untuk membawa pulang trofi Liga Premier dan langkah ekstrem pembatalan hasil demi hukum disebut pakar akan sangat kontroversial. Selain itu setiap penangguhan pertandingan akan memicu persoalan susulan khususnya seputar kualifikasi Liga Champions dan status degradasi tim.
Chelsea saat ini berada di urutan empat dalam perburuan Liga Champions sementara Manchester United tertinggal tiga poin di urutan keenam, dan Tottenham serta Sheffield United tertinggal empat poin di urutan ketujuh dan kedelapan. Sedangkan Norwich, Watford dan West Ham tertahan di zona degradasi.
So far so good..?
Pihak Liga Premier sendiri dalam pernyataan terakhir terkait virus corona tidak menyinggung mengenai  langkah mengakhiri liga. Begitu pun jabat tangan pra-pertandingan. Hanya Newcastle yang melarang pemain berjabat tangan.